Sinopsis Say Again "Yes I Do" Episode 2 part 2

Xin Kui berjalan pulang,ia mendapat pesan dari Mo Li yang meminta tolong untuk membuat laporan penjualan ditokonya karena dia dan Tao Gui sedang bulan madu. Zheng Yang juga mendapat pesan. Di Hotel Dir Ji masih sibuk bekerja sedangkan Qian Qian tersenyum memperhatikannya dari luar. Ternyata ini alasan Qian Qian cepat-cepat pulang.

Xin Kui sedang membantu membuat pembukuan, Zheng Yang datang. Xin Kui tanya apa yang dilakukan Zheng Yang disini. Zheng Yang pun balik nanya ke Xin Kui. Xin Kui mengatakan kalau ia membantu Mo Li untuk membuat pembukuan. Zheng Yang juga bilang kalau Tao Gui memintanya untuk menutup toko. Xin Kui menyuruhnya pergi saja dan ia yang akan melakukannya. Zheng Yang tidak mau. Ia takut Xin Kui mengacaukannya dan apa yang akan dia katakan nanti pada Tao Gui? Xin Kui pun mengalah. Zheng Yang melihat Xin Kui membuat pembukuannya dan terus mengatakan kalau itu salah. Ia pun ingin mencontohkannya ke Xin Kui. Xin Kui berbalik kearah Zheng dan wajah mereka pun bertabrakan. Xin Kui kesal karena Zheng Yang terus menyelanya. Zheng Yang juga kesal dan menyuruhnya cepat agar ia bisa menutup toko dan pulang. Ia pun pergi mengeset alarm keamanan.
Zheng Yang menelpon Tao Gui untuk bertanya password alarmnya. Xin Kui datang tapi ia juga tidak tahu apa passwordnya. Zheng Yang menyuruhnya mengingat karena Xin Kui yang membantu mereka dulu. Xin Kui mencoba mengingatnya tapi ia tetap tidak ingat. Xin Kui pun mencoba memasukkan passwordnya tapi tiba-tiba alarmnya berbunyi, mereka berdua bingung. Zheng Yang berkata kalau passwordnya salah dan menyuruh Xin Kui membatalkannya. Xin Kui membatalkannya tapi tidak bisa juga. Zheng Yang menyuruhnya coba lagi, Xin Kui kesal karena disuruh-suruh seperti itu. Ia pun menyuruh Zheng Yang Yang melakukannya. Mereka berdua mencoba tanggal ultahnya Mo Li dan Tao Gi, tapi tetap tidak bisa. Tiba-tiba mereka ingat sesuatu dan memasukkan tanggal 1225. Berhasil! Mereka lega dan mengangkat tangan untuk ber high five, tapi keduanya sadar dan tak jadi melakukannya..

Flashback,
Mereka ada di taman setelah pulang pesta kencan. Zheng Yang memberikan misletoenya untuk Xin Kui, Xin Kui berterimakasih. Saat mereka asyik mengobrol seorang pencopet merampas tas Xin Kui. Zheng Yang yang masih belum jauh, mendengar teriakan mereka dan mengejar si pencopet. Dia berhasil mendapatkan tas Xin Kui yang ada misletoe nya itu, Xin Kui pun terpesona dengan Zheng yang. Zheng Yang yang melihat Xin Kui yang pakai sepatu sebelah langsung mengambil sepatu Xin Kui yang terlepas, mengelap kakinya dan memakaikannya. “Jangan lari dengan heels lain kali. Kau akan terluka.” Kata Zheng Yang. Xin Kui tersentuh. Ia melihat tangan Zheng Yang terluka dan memplasternya. Mereka berdua saling tersenyum. Terdengar narasi Xin Kui “Mungkin, mulai saat itu, seorang pangeran muncul di duniaku. Jadi, aku tidak ingin dia pergi. Bahkan tidak untuk sedetik pun.” Flashback end
Sekarang Xin Kui berjalan di taman yang sama. Dia memikirkan tanggal 1225. Hari pertama kali mereka bertemu. Xin Kui melihat tangannya yang sekarang sudah tidak memakai cincin lagi. Begitupun dengan Zheng Yang.
Xin Kui sampai dirumah. Hp nya terjatuh ke bawah sofa, dia mencoba mengambilnya. Tiba-tiba seseorang mengangkat sofa nya. Itu Zheng Yang. Dia berkata dengan lembut kenapa Xin Kui sangat ceroboh dan menjatuhkan barang-barangnya ke bawah sofa lagi. “Ambil sekarang. Ini sangat berat” kata Zheng Yang. Xin Kui terdiam dan ternyata itu adalah imajinasi nya. Ia heran kenapa dia memikirkan Zheng yang. 
Zheng Yang ada di ruang kerjanya. Ia kecapekan dan Xin Kui memijatnya. Xin Kui mengatakan kalau Zheng Yang lelah jangan baca buku, istirahatlah lebih awal. Zheng Yang tersenyum sambil memejamkan matanya. Ternyata itu juga imajinasi Zheng Yang. Dia bingung, kenapa dia memikirkan hal itu.
Keesokan harinya Xin Kui berlari terburu-buru ke hotel. Ia menabrak Zheng Yang yang ada di depannya. Mereka pun bertengkar lagi. Xin Kui kebingungan mencari kartu pegawai yang ternyata ada di punggungnya. LOL .Dia bertanya pada Zheng Yang kalau dia tidak telat kan? Zheng Yang mengatakan Xin Kui tak perlu cemas karena dia masih punya waktu lebih dari 10 menit. Xin Kui tak percaya. Zheng Yang mengingatkannya yang setiap hari menyetel jam dan hp 20 menit lebih awal. Zheng Yang memarahinya. Xin Kui tak terima, “Hei! Setiap orang punya cara sendiri menjalani hidup mereka. Urus saja urusanmu sendiri. Kau benar-benar si gila kontrol.” Balas Xin Kui
Teman-teman mereka datang. “Mengapa kalian berdua datang lebih awal? Kalian tidak datang bersama-sama kan?” Goda Xiao Hu. “itu benar. Kalian berdua juga pergi bersama kemarin. Ini sungguh mencurigakan.” Tambah omega. Zheng Yang mengatakan kalau mereka hanya kebetulan bertemu.
Semua sibuk bekerja. Qian Qian menyapa dir Ji yang kebetulan lewat. Ia menanyakan kabarnya selama ini. Dengan wajah dinginnya Dir Ji bertanya apakah ini ada hubungannya dengan pelatihan? Qian Qian bilang tidak, tapi dia hanya ingin tahu keadaan Dir Ji. Dir Ji pun memperingatkannya agar tak mengurusi masalah-masalah lain. Mereka diberikan tugas tim. Xin Kui-Qian Qian, Omega-Zhi Cheng, dan Zheng Yang-Xiao Hu.
Zheng Yang melihat nona Gao datang. Kebetulan Xin Kui ada disitu. Nona Gao memanggilnya dan menyuruhnya meyiapkan makanan. Xin Kui tidak bisa, karena ia sedang bersama tamu. Ia akan meminta pegawai lain yang mengambilnya. Tapi nona Gao tetap ingin Xin Kui yang melayaninya. Xin Kui sedikit emosi, ia tahu nona Gao itu adalah putrinya Chairman Gao. tapi di Hotel Mars, setiap tamu mendapatkan penghormatan yang sama. Nona Gao marah dan saat melihat wajah Xin Kui ia pun mengenalinya sebagai pelayan di café . Xin Kui mejelaskan kalau dia hanya membantu temannya waktu itu. Nona Gao tak mau mendengar alasan Xin kui. ia pun memecatnya. Tiba-tiba Dir Ji datang dan langsung menundukkan kepala Xin Kui. Ia juga menunduk dan meminta maaf.
Zheng Yang dan Qian Qian yang berada disitu kaget melihat mereka. Nona Gao akhirnya memaafkan Xin Kui. Setelah itu Xin Kui menemui Dir Ji di ruangannya. Dir Ji bertanya kenapa Xin Kui tidak bisa mengatasi hal tadi padahal dia sudah bekerja selama empat tahun di Hotel Mars. Xin Kui membela diri, Ia melakukan itu karena nona Gao selalu membuat karyawan kewalahan dan tidak menghormati tamu-tamu yang lain. Dir Ji menasihatinya panjang lebar. Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya banyak orang yang menerima pelatihan keluar karena tidak tahan dengan tekanan selama pelatihan. Dir Ji berteriak pada Xin Kui apakah Xin Kui juga mau seperti mereka? Xin Kui menangis menggelengkan kepalanya.
Qian Qian mendatangi Xin Kui yang lagi menenangkan dirinya. Xin Kui masih saja kesal, karena perbuatan nona Gao kepalanya ditundukkan dan dia banyak dikuliahi. Tapi Qian Qian setuju dengan yang dilakukan Dir Ji. Qian Qian berkata mereka dipilih karena mereka memberikan pelayanan terbaik untuk tamu. Xin Kui mengerti. Qian Qian mengingatkannya agar tak melakukan kesalahan yang sama lagi. Xin Kui berterima kasih karena Qian Qian menghiburnya. Tapi Qian Qian berkata kalau dia tidak menghibur Xin Kui, dia hanya tidak mau Xin Kui membuat mereka jatuh. Xin Kui pun bete lagi.
Setelah pulang kerja, Xin Kui merasa lapar. Dia melihat lagi ada promosi sushi. Tapi…hanya untuk pasangan. Dia pun teringat saat dia dan Zheng Yang ketempat itu dulu. Xin Kui hendak pergi, tapi Zheng Yang ada dihadapannya. Ia melihat promosi itu. Pelayannya keluar dan mengatakan promonya berakhir hari ini. Karena ada Zheng Yang, diapun bilang tidak jadi dan pergi. Zheng Yang menghentikannya dan mengajaknya masuk (gak tega kali ya).
Xin Kui senang dan sangat antusias melihat makanannya. “Biar aku jelaskan. Aku duduk disini denganmu hanya karena sushi lezat ini.” kata Xin Kui. Zheng Yang malas berdebat dengan Xin Kui. Setiap kali mendengar “edisi terbatas, penawaran terbatas atau ini hari terakhir” pasti Xin Kui tergoda dan jadi gila dan juga akan membuat dirinya dalam masalah. Xin Kui marah dan beniat pergi tapi saat pelayan datang membawakan makanan dia pun mengurungkan niatnya. Berpiring-piring sushi habis disantapnya.
Setelah selesai makan Xin Kui mengucapkan terima kasih pada Zheng Yang. Ia mau pulang, tapi Zheng Yang menghentikannya. Zheng Yang teringat bagaimana kepala Xin Kui ditundukkan tadi. Ia mengatakan agar lain kali Xin Kui tidak membiarkan orang lain menundukkan kepalanya, Zheng Yang pun langsung pulang. Xin Kui bengong tak menyangka Zheng Yang akan berkata begitu.
Zhi Cheng dan Omega sudah datang. Melihat Zhi Cheng yang lagi baca buku Omega tertarik, ia mengatakan kalau dia juga membaca buku yang sama. Zhi Cheng tersenyum melihat Omega (sepertinya dia suka sama Omega). Lalu Xiao Hu datang, ia bertanya apa yang Zhi Cheng dan Omega lakukan. Omega menunjukkan buku yang dibaca Zhi Cheng dan memuji Zhi Cheng yang sangat rajin. Kemudian Zheng Yang datang dan mengambil minum. Tak sengaja ia menabrak Xin Kui yang baru datang. Omega bertanya apa Xin Kui baik-baik saja setelah kejadian kemarin? Xin Kui berkata dia baik-baik saja. Zheng Yang melihatnya, sepertinya dia juga masih khawatir dengan Xin Kui.
Kali ini mereka mendapatkan tugas tim lagi. Tugas “Mr. X”. Xin Kui-Zheng Yang bertugas menyiapkan makanan penutup. Mereka sudah menyiapkan makanan penutup yang berbeda. Tapi keduanya ingin miliknya sendiri yang diberikan untuk Mr X. Akhirnya mereka sepakat untuk menghidangkan keduanya saja. Mr X tiba. Xin Kui mendorong trolinya duluan, tapi ia terjatuh dan trolinya berjalan kearah Mr X. Alhasil pie nya terbang mengenai kepalanya Mr X. HAHAHA 
Mr X mengamuk. Bodyguardnya ingin memukul Xin Kui. Zheng Yang langsung melindungi Xin Kui. Lalu Dir Ji dan yang lain datang, mereka semua menunduk meminta maaf. Mr X yang bernama tuan Kawase itu tak sengaja merasakan pie yang celemotan di wajahnya. 
Ia bertanya siapa yang menyiapkan pie stroberinya?. Xin Kui pun maju. Tuan Kawase berkata pada Dir Ji bahwa ini (pie) adalah rasa yang sangat dirindukannya. Semua terkejut mendengarnya. Tuan Kawase lalu meminta Xin Kui membawakan pie stroberi yang sama. Omega melihat tangan Zheng Yang terluka. Xin Kui pun langsung mengambil plaster dan menempelkannya ke luka Zheng Yang.

2 comments:

  1. ayo di lanjut. semoga diberi waktu dan kesehatan buat ngelanjut . fighting

    ReplyDelete